Mengenal 5 Software GIS Banyak Digunakan
Dunia Geografis information System (GIS) mulai ngetrend di indonesia sekitar awal tahun 2005, pada saat itu aplikasi masih menggunakan Mapinfo dan ArcView versi 3. Aplikasi-aplikasi ini digunakan oleh akademis (mahasiswa), konsultan, pemerintahan dan perkebunan, dengan fungsi utama ditekankan untuk layouting dan simbologi peta. Kita ketahui pembuatan peta dan analisis geografis bukanlah hal baru di era sekarang ini, tetapi GIS melakukan tugas-tugas ini dengan lebih baik dan lebih cepat daripada cara manual (conventional) yang lama. Dan, sebelum teknologi GIS muncul, hanya sedikit orang yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan sebuah informasi geografis untuk membantu pengambilan keputusan dan memecahkan masalah. Melihat kebutuhan di industri pemetaan aplikasi geografis information system semakin berkembang yang merujuk ke basis data, digitalisasi peta, analisa data dan peta, yang kemudian semakin berkembang ke webGIS serta opensource GIS seiring kemajuan teknologi internet dan penyimpanan data secara online (cloud server)
Teknologi GIS memiliki nilai terbatas tanpa orang yang dapat mengelola sistem dan mengembangkan rencana untuk menerapkannya. Para pengguna GIS berasal dari spesialis teknis yang dapat merancang dan memelihara sistem kepada mereka yang menggunakannya untuk membantu mereka melakukan pekerjaan sehari-hari, sebagai pengguna GIS kadang kita memilih aplikasi apakah yang akan digunakan, terkait kenyamanan dalam penggunaanya, kami akan mengenalkan aplikasi GIS yang sekerang banyak beredar dan umumnya digunakan,
1. ArcGIS
ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisis geoprosesing)
Sebagai salah satu perangkat lunak, Penggunaan MapInfo mencakup kegiatan pengolahan sistem informasi geografis merupakan salah satu software pengolah sistem informasi geografi. Lahirnya Mapinfo merupakan inovasi baru dalam teknologi digital, khususnya dalam pengolahan infomasi geografis.Berdasarkan sejarahnya, MapInfo dikembangkan oleh MapInfo corp sejak tahun 1986. Pendirinya merupakan empat orang mahasiswa dari Institut Politeknik Rensellaer, Troy, New York. Hadirnya perangkat lunak MapInfo memungkinkan pengguna memvisualisasikan dan menganalisa data-data yang menjadi input geografis sehingga dapat menyediakan informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.MapInfo menjadi salah satu perangkat lunak pemetaan geografis yang dikembangkan dan dipasarkan untuk memenuhi (sebagian besar) kebutuhan dalam urusan bisnis. Dalam pengoprasiannya, MapInfo merupakan software berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memiliki fungsi untuk pengelolaan peta dalam bentuk data spasial maupun spreadsheet, based data dengan tampilan user friendly.
Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan MapInfo memiliki tiga fungsi utama dalam pengoprasiannya yaitu fungsi peta, fungsi data, dan fungsi kombinasi.
Fungsi pertama yaitu Fungsi Peta yang berguna untuk pembuatan, pemanggilan, pengeditan dan penampilan peta yang dilakukan pada bagian mapping system pada MapInfo.
Fungsi kedua yaitu Fungsi Data adalah fungsi untuk pembuatan, pemanggilan, pengeditan, pengurutan dan penghitungan data yang dapat dilakukan pada Mbase pada MapInfo.
Fungsi ketiga adalah Fungsi Kombinasi yang bertujuan untuk mengaitkan file data tekstual pada peta dan menampilkan kedua data tersebut pada peta
Dalam pengelolaannya, sistem informasi geografis pada software MapInfo memiliki karakteristik yang tersedia dalam pengelolaan dan pengaplikasian dalam pembuatan peta. Dan berikut beberapa karakteristik dari Sistem Informasi Geografis MapInfo.
Graphical User Interface, merupakan kondisi dimana user interface memiliki kode penyimpanan berupa (.tab) dapat dibuka pada aplikasi platform yang berlainan yang mendukung dalam pembuatan peta.
Table structure, merupakan tabel yang mampu diterjemahkan dengan menggunakan fitur yang tersedia dengan menyesuaikan platform user lain ataupun bisa langsung dibuka jika user interface mensupport data binary dari MapInfo.
Basis Data, Map atau Graphic Analysis, merupakan fitur yang berguna untuk menyajikan data grafik ataupun visual dalam format peta dengan basis data yang ada. Biasanya dalam pengelolaannya The Grapher window menampilkan data dengan berbagai format, seperti Pie, Stacked Bar, 3D Bar, Area and X-Y graphs. Sedangkan yang terakhir adalah penampilan data raster sebagai background dari data vector.
Data Raster merupakan data yang didapatkan dari foto udara, citra satelit ataupun hasil scan. Dalam pengelolaannya menjadi data vector, biasanya data raster image akan dilakukan proses digitizing yaitu dengan mengintegrasikan melalui basis data yang ada di MapInfo. Image raster juga menampilkan berupa logo perusahaan dan simbol pada peta.
Dalam pengolahan informasi geografis, Mapinfo memilikii banyak kelebihan yaitu mudah digunakan, harga relatif murah, tampilan interaktif, user frendly dan dapat di-customized menggunakan bahasa skrip yang dimiliki. MapInfo menyediakan berbagai solusi dengan cara menggabungan perangkat lunak, data (baik spasial dan non spasial) dan konsultasi dengan manajemen proyek, perancangan sistem dan pengembangan, serta pelatihan.
MapInfo sendiri juga melahirkan berbagai macam perangkat lunak termasuk spatial cartridges untuk basis data (SpatialWare), penelusuran lokasi/routing (Routing J Server), geocoding (MapMarker), analisis lokasi (AnySite), analisis risiko, analisis pasar, analisis demografi (TargetPro), serta layanan web Envinsa, dan lain sebagainya.
3. Quantum GIS (QGIS)
Quantum GIS atau lebih dikenal dengan singkatan QGIS merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis open source dengan lisensi di bawah GNU General Public License yang dapat dijalankan dalam berbagai sistem operasi. QGIS bertujuan untuk menjadi GIS yang mudah digunakan dengan menyediakan fungsi dan fitur umum. QGIS merupakan proyek dari Open Source Geospatial Foundation (OSGeo) dimana tujuan awalnya adalah untuk menampilkan data GIS.
QGIS dapat dijalankan pada Linux (Ubuntu), Unix, Mac OS, Windows dan Android, serta mendukung banyak format dan fungsionalitas pengolaan data vektor, raster, dan database. Namun, dalam modul ini hanya dijelaskan penggunaan Quantum GIS pada platform Microsoft Windows. QGIS sebagai alternatif dari sekian banyak perangkat lunak pengolahan data spasial, memiliki beberapa kelebihan
diantaranya:
• Gratis, tidak membutuhkan biaya untuk proses instalasi dan penggunaan program.
• Bebas, dapat menambah dan memodifikasi fungsi dalam QGIS.
• Terus berkembang, setiap orang dapat menambah fitur baru dan penyempurnaan aplikasi.
• Ketersediaan dokumen panduan dan pertolongan, pendukung panduan dan bantuan terhadap permasalahan
tersedia online dan dapat diunduh dalam bentuk dokumen.
• Multi sistem operasi, dapat diinstal di MacOS, Windows, Linux dan Android (versi beta).
Fitur dasar yang ada pada QGIS Desktop antara lain:
• Menampilkan data vector dan raster dalam berbagai format dan proyeksi yang berbeda.
• Aplikasi pemetaan dan pengolahan data spasial,
• Dukungan membuat, merubah, dan export data spasial
• Analisis data spasial
• Publikasi peta melalui jaringan internet menggunakan Web Map Services
4. Autocad Map 3D
Global Mapper adalah software SIG yang mampu menangani lebih dari 300 jenis data raster, vektor, 3D, dan elevasi. Sejak kemunculannya yang pertama kali, Global Mapper sudah meninggalkan impresi yang kuat bagi para praktisi SIG sehingga banyak yang terpikat untuk menjadi penggunanya.
Cikal bakal Global Mapper sudah ada sejak tahun 1995 dengan nama yang berbeda, yaitu dlgv32 yang dikembangkan oleh USGS (United States Geological Survey). Pada tahun 1998, USGS mempublikasikan source code dlgv32 ke publik sampai akhirnya muncul varian komersilnya pada tahun 2001 yang diberi nama Global Mapper, yang kemudian berpindah tangan ke Blue Marble Geographics pada tahun 2011 dan dikembangkan oleh perusahaan tersebut hingga menjadi software SIG seperti yang sekarang ini.
Fitur-Fitur Global Mapper
Ratusan format file
Jumlah format file yang didukungnya merupakan salah satu keistimewaan yang bisa dijumpai pada Global Mapper. Fitur ini membuat Global Mapper mampu menangani beragam jenis data spasial dan mampu mengekspor data ke berbagai format file.
Overlay Control Center
Overlay Control Center adalah fitur yang digunakan untuk menangani layer. Letaknya ada di sebelah kiri di dalam Global Mapper, tetapi bisa dipindah ke lokasi lain. Jika anda klik kanan pada bagian atasnya, akan muncul tiga opsi, yaitu Hide untuk menyembunyikan Overlay Control Center, Floating untuk menampilkan Overlay Control Center di dalam jendela yang terpisah dari jendela utama, dan Docking untuk membatalkan undocking dengan mengembalikan Overlay Control Center pada posisi yang sebelumnya.
Ekstensi MangoMap
MangoMap adalah sebuah layanan pemetaan online yang bermarkas di negara Inggris. Kerjasama yang terjalin antara Blue Marble Geographics dengan MangoMap ditujukan agar pengguna bisa membuat akun MangoMap di dalam Global Mapper untuk berbagi data geospasial secara online dengan siapa saja.
Batch Processing dan Script
Sebuah software yang mumpuni sudah seharusnya menyediakan metode-metode untuk menangani data seefisien mungkin. Script digunakan agar setiap rutinitas tidak perlu dikerjakan secara manual setiap saat, sedangkan batch processing memungkinkan Global Mapper untuk menangani beberapa file sekaligus, misalnya untuk mengkonversi atau merubah nama setiap file.
Animasi layer
Terdapat sebuah fitur visualisasi di dalam Global Mapper yang bisa menampilkan rangkaian layer dalam bentuk animasi untuk menggambarkan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Fitur keyframe yang tersedia juga memungkinkan anda untuk mengontrol animasi.
Komentar
Posting Komentar